Berbicara makanan khas di Surabaya memang tidak ada habisnya. Begitu banyak penjaja makanan yang bertebaran disudut-sudut tempat dan salah satu makanan khas kota Pahlawan ini adalah Semanggi
Bagi sebagian orang Surabaya, atau warga asli Surabaya, makanan ini sudah sering didengar. Tapi belakangan ini, makanan yang satu ini jarang sekali ditemui. Kalaupun ada, pasti harus sabar menunggu penjajanya lewat depan rumah atau harus pergi ke rumah makan tertentu yang notabene harga dan rasanya pasti jauh berbeda jika dibandingkan dengan yang dijajakan oleh pedagang keliling.
Saat ini hanya tinggal segelintir orang yang masih peduli memperdagangkan. Walaupun ini adalah makanan khas Surabaya yang populer, tapi bisa dibilang cukup sulit untuk mendapatkannya karena sudah jarang.
Apa itu Semanggi?
Semanggi adalah sekelompok tanaman paku air (Hydropterides) dari marga (Marsilea) yang di Indonesia mudah ditemukan di sekitar pematang sawah atau tepian saluran irigasi. Secara morfologi bentuk tumbuhan ini sangat khas, karena bentuk daunnya yang menyerupai payung yang tersusun dari empat kelopak anak daun yang berhadapan.
Bagaimana Semanggi disajikan?
Makanan khas Surabaya ini disajikan pada piring yang terbuat dari daun pisang (pincuk), terdiri dari beberapa jenis sayur seperti daun semanggi, kecambah, kangkung dan disiram dengan bumbu yang terbuat dari ketela rambat beserta sambal sesuai dengan permintaan pembeli. Untuk menikmatinya, akan semakin mantap jika dimakan dengan krupuk puli yaitu krupuk yang dibuat dari beras.
Dimana kita bisa mendapati penjual Semanggi di Surabaya?
- Melalui penjual keliling. Para penjual Semanggi kebanyakan adalah wanita paruh baya keatas. Mereka menjajakan Semanggi ke seluruh pelosok kota Surabaya dengan menggendong di punggung dan berjalan kaki.
- Di gerai tempat makan STS (Semanggi Top Surabaya). STS memang belum membuka kedai sendiri. Hampir selama 13 tahun ini, STS berjualan di Rumah Makan Antariksa di Jl Diponegoro.
- Di Hotel Surabaya Plaza. Dengan membidik kalangan menengah, sajian Semanggi di hotel ini laris juga dipesan tamu. Tidak hanya para tamu yang menginap di hotel saja yang bisa menikmati, tapi dibuka untuk umum bagi siapa saja yang ingin menikmati Semanggi.
Referensi:
- http://www.surabayatourism.com/det_budaya.php?ID=31&lang=1
- http://jalanasik.com/content/view/52/34/


Haiya….
Emang semanggi uenak tenan, terutama krupuk pulinya.
Yang lewat depan rumah saya (taman – sepanjang) adalah orang Benowo ! Edian jalan segitu kok jauh amat.
By: bayupancoro on December 1, 2008
at 11:33 am
resepnya apa ya semanggi itu ? :p
By: bambang on July 26, 2011
at 11:58 am