Skip to content

Adakah Sosok Pahlawan Surabaya Sekarang?

November 9, 2008
Bung Tomo

Bung Tomo

Surabaya………
Katanya metropolitan
Penuh keelitan
Memang tampak indah menyusuri Cito, Sutos, atau Tunjungan Plaza
Delta tampak ramai parkirannya
Kelip kilau cahaya Monkasel hiasi kalimas
Semua seakan Surabaya bercitra elit dan mewah
Penuh sensasi dan glamor
Mal seakan rumah kedua
Shopping jadi kebutuhan sekunder yang diprimerkan
Apakah ini sosok Surabaya?
Jawabannya tidak
Kekumuhan dengan mudah kita dapati di kampung
Sampah dengan mudah dilihat di sepanjang kalimas
Pengemis dengan mudah ditangkap mata di lampu merah

Apakah ini ciri khas Surabaya sesungguhnya?
Karateristik inikah yang diwariskan para pahlawan yang darahnya mewarnai Jembatan Merah?
Karateristik inikah yang diturunkan para pahlawan yang gigih merobek warna biru pada bendera belanda?
Tentu tidak
Tentu jiwa kepahlawanan bukan itu
Gigih, rela berkoban, cinta tanah air
Darahnya beraroma sungai surga
Jihad sejati menyatu dengan detak jantungnya
Masihkah ada karateristik itu di warga Surabaya sekarang?
Masih…
Sepanjang pagi pasukan berseragam penuhi jalan
Terus melaju tak kenal hujan
Mereka lewati rasa malas dengan keikhalasan
Mereka lewati rintihan hujan dengan dengan guyuran semangat
Malam mereka habiskan dengan munajat
Mereka lewati hari penuh makna
Merekalah pahlawan Surabaya
Yang meneruskan perjuangan Bung Tomo

Itulah pahlawan Surabaya
Generasi lalu, sekarang, dan nanti

Advertisement

From → Karateristik

3 Comments
  1. Di dunia selalu ada dua sisi, baik dan buruk. Tetapi kebanyakan orang lebih suka mengangkat sisi baiknya saja dan menututup2i sisi lainnya.

  2. cmn ingin menanggapi judulnya aja . setiap orang pasti akan mempunyai minimal satu pahlawan . pahlawan itu adalah orangtuanya . jadi , , buat jawaban untuk judul tersebut saya akan berkata , , ADA . ketika ditanya siapa , , akan saya jawab dg lantang , , ABI wa UMI saya . bagaimana dengan Anda ?

  3. #Ahmad sheva
    ke2 orang tua secara otomatis pahlawan bagiku…
    Coba dimana aku sekarang tanpa ibuku. Dan jadi apa aku sekarang tanpa ayahku?
    Jawabannya pikir sendiri ya…aku jg gtw jawabany

    Sedangkan pada artikel puisiku di atas aku bermaksud lebih menekankan pada kehidupan sosial di Surabaya…hobi kemall tanpa tujuan atau hanya berkelana, padahal di sisi lain banyak saudara qt yg belum makan…….. :( Bukannya qt g boleh ke mall. Tapi seperlunya aja bukan semaunya… :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.